Senin, 04 Juni 2012

Ka'bah sebagai Pusat Bumi dan Prototipe Alam Semesta ( Subhanallah )

 Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”
Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Prof. Hussain Kamel, menemukan suatu fakta mengejutkan bahawa Mekah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk tujuan itu, ia menarik garis-garis pada peta, dan setelah itu ia mengamati dengan saksama posisi ketujuh benua terhadap Mekah dan jarak masing-masing.
Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan projek garis bujur dan garis lintang. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahawa Mekah merupakan pusat bumi atau dunia. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Ogos, 1978).

Ka'bah sebagai pusat bumi : Perhatikanlah arah panah dari setiap arah penjuru di bumi, semua Ummat Islam melakukan Ibadah dengan mengarah pada satu Pusat (Kiblat) yaitu ke Ka'bah, baik pada saat melakukan shalat maupun saat menunaikan salah satu rukun berhaji, yaitu Tawaf. Hal ini sama seperti pergerakan Bumi dan planet-planet lainnya yang berpusat pada Matahari, atau sama seperti pergerakan Matahari dan bintang-bintang yang berpusat pada satu titik sehingga membentuk satu kelompok atau kumpulan bintang-bintang atau yang disebut dengan Galaksi.Setiap arah Rotasi dari bintang-bintang, Planet-planet dan benda lainnya dalam galaksi-galaksi tersebut membentuk lingkaran/ mengelilingi suatu pusat dengan arah berlawanan dengan arah jarum jam, sesuai dengan Hukum/ aturan dalam melakukan Tawaf dalam salah satu Ritual Haji.
Gambar-gambar satelit yang muncul kemudian pada tahun 90-an menekankan hasil dan natijah yang sama, ketika kajian-kajian lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahawa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama masa geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan itu terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke arah Makkah.
Allah berfirman maksud-Nya: Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri di sekelilingnya). (asy-Syura: 7).
Kata Ummul Qura berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya, menunjukkan Mekah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.
Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain serta keunggulan di atas semua kota.
Ada beberapa ayat dan hadis nabawi yang memperkuatkan fakta ini. Allah berfirman maksud-nya: Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan). (ar-Rahman: 33).
Berdasarkan ayat ini dan beberapa hadis dapat difahamkan bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu bererti bahawa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan langit.
Selain itu ada hadis yang menerangkan bahawa Masjidil Haram di Mekah, tempat kaabah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.
Nabi SAW bersabda maksudnya: “Wahai orang-orang Mekah, wahai orang-orang Quraisy , sesungguhnya kamu berada di bawah pertengahan langit”.
Berdasarkan kajian di atas, bahawa Mekah berada pada tengah-tengah bumi (pusat dunia), maka benar-benar diyakini bahawa Kota Suci Mekah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia.
Hal ini akan mengakhiri kontroversi yang timbul pada empat dekade yang lalu oleh kalangan Barat.
Ada banyak perdebatan ilmiah untuk membuktikan bahawa Mekah merupakan wilayah kosong bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut. Jika waktu Mekah diterapkan, maka mudah bagi setiap orang mengetahui waktu shalat

PILIH GANTENG ATAU TAQWA?????

Ssstt, kamu pasti pada tahu kan tongkrongannya Irfan Bachdim, Justin Bieber, Dude Herlino, Hyun Bin, dan masih banyak deretan nama cowok lainnya. Kata banyak orang, mereka cakep, ganteng, tampan bin kasep. Kok kata orang? Karena apa yang menurut kata orang banyak, belum tentu saya sependapat dengan mereka. Suka-suka donk!
Semua nama tersebut adalah deretan selebritis yang terkenal di bidangnya masing-masing. Dari semua nama tersebut, hanya Irfan Bachdim saja yang background-nya adalah sepak bola. Selebihnya adalah kalangan artis dan bintang sinetron/film. Tak heran, karena bidang ini (baca: entertainment) memang mengharuskan wajah cakep sebagai modal utama bila ingin terkenal.
Kalau yang tak punya wajah cakep, gimana dong? Kalau nekat pingin terkenal di dunia selebritis, tanpa modal cakep dan body seksi maka kamu harus punya kebalikannya. Apaan tuh? Sorry, nggak tega bener sebetulnya mau bilang kalo kebalikan wajah cakep adalah wajah (maaf) ancur. Coba aja kamu perhatikan beberapa seleb yang settingan wajahnya begitu. Mereka selalu mentertawakan diri sendiri dengan banyolan yang intinya pengakuan bahwa wajah mereka sendiri jauh dari harapan (akhirnya bisa nemu padanan kata yg sopan untuk istilah wajah ancur hehehe).
Tapi ngemeng-ngemeng (baca: ngomong-ngomong), apakah wajah cakep atau ganteng itu segitu pentingnya sih buat manusia terutama remaja seusia kamu? Apakah tak ada faktor lain yang bisa dilihat dari seorang cowok selain tampilan fisiknya semata?
Ganteng, penting nggak sih?
Bisa dipastikan hampir 100% dari kamu menjawab PENTING. Biar bagaimanapun, hal pertama yang bakal diperhatikan orang adalah wajah dan penampilan. So pasti, kamu bakal bangga kalo berdampingan dengan cowok cakep dibandingkan dengan cowok jelek. Diajak jalan-jalan oke, dikenalkan ke teman-teman bangga, diajak kondangan bisa nambah PD. Kayaknya asyik banget punya pendamping yang ganteng abis. Ayo, jujur deh.Hehehe…
Masalahnya, definisi ganteng itu yang kayak gimana sih? Apakah yang kayak Irfan Bachdim, Teuku Wisnu, atau siapa pun itu yang biasa nongol di TV karena modal tampangnya dianggap oke punya?
Ternyata ganteng menurut kamu belum tentu sama menurut temanmu. Begitu juga ganteng menurut saya, belum tentu kamu sependapat juga. Jadi sebetulnya, semua cowok itu ganteng, sama kayak semua cewek itu cantik. At least, menurut ibu bapak masing-masing. Coba mana ada ortu yang nyesel punya anak karena wajah anaknya jelek trus malah muji-muji anak tetangga? Kalo pun ada itu ortu yang menghina diri sendiri namanya hehehe…
Back to topic, tentang ganteng tidaknya seorang cowok. Tak ada standar baku rumus kegantengan seseorang itu. Artinya, cakep itu relatif dan jelek itu mutlak hehehe…just kidding. Maksudnya, nggak usah jutek kalo pendapat kalian berbeda satu sama lain untuk menilai kegantengan seorang cowok. Udah deh, yakin aja bahwa cowok yang paling ganteng saat ini adalah bapak kamu. Hayoo…berani nggak kamu bilang bapak kamu nggak ganteng? Ibumu aja sampe kesengsem dan mau nikah kok sama beliau. Iya nggak sih? Sip deh!
Cowok ganteng berikutnya adalah yang jadi suami kamu kelak. Ya iyalah, nggak mungkin banget suami kamu cantik kan? Jadi nggak usah kurang kerjaan sekarang ini dengan membikin tabel kegantengan seseorang. Biarpun ganteng, toh mereka juga nggak kenal sama kamu. Lebih parah lagi adalah apabila ganteng cuma wajah tapi kelakuan naudzubillah. Idih…nggak banget!
Jadi meskipun ganteng itu penting tapi jangan sampai kamu melupakan faktor lain semisal kualitas otak dan akhlak seseorang. Menjadi ganteng tak bisa dipilih, tapi mempunyai otak dan akhlak yang berkualitas itu adalah pilihan yang harus melalui proses tertentu untuk mencapainya. Dan faktor inilah yang lebih pantas mendapat apresiasi dibandingkan wajah rupawan yang tak ada upaya apa pun dilakukan untuk meraihnya.
Ganteng bukan jaminan
Kamu tahu Irfan Bachdim dong ya. Yup, seantero rakyat Indonesia terpesona wajah gantengnya yang kebetulan dikombinasikan dengan skill pintar menggiring bola. Tapi tahukan kamu selera cewek yang menjadi pacar si Irfan ini? Jennifer Kurniawan, pacar si Irfan Bachdim ini berprofesi sebagai model semi telanjang yaitu hanya memakai pakaian dalam.
Ganteng ternyata bukan jaminan untuk melihat kualitas seseorang. Ganteng adalah tampilan fisik yang seringkali mengecoh banyak orang untuk perbuatan buruk di baliknya. Ganteng adalah sebuah anugrah fisik yang sudah ‘given’ alias takdir dari Allah. Seseorang nggak bakal bisa memilih punya wajah cakep seperti Nabi Yusuf misalnya. Apapun kondisi fisik kita, mancung tidaknya hidung kita, memble tidaknya bibir kita, lentik tidaknya bulu mata itu adalah sesuatu yang tidak bisa dipinta. Lagipula tak bakal ada hisab atas diri manusia hanya karena wajahnya nggak ganteng dan hidungnya pesek. Sumpah!
Don’t judge a book by its cover, kata orang bule. Jangan menilai sesuatu hanya dari tampilan luarnya saja, itu terjemahan bebasnya. Orang bertampang jauh dari ganteng, belum tentu hati dan akhlaknya tidak seganteng wajahnya. Begitu juga sebaliknya. Betapa banyak di luar sana, laki-laki yang memanfaatkan kegantengannya untuk menipu para gadis pemuja fisik semata. Si gadis dirayu dengan pesona fisik yang dimilikinya kemudian dinodai dan dicampakkan. So, berhati-hatilah kamu dengan tampilan ganteng namun kelakuan tak seganteng wajahnya itu.
Sis, yang perlu kamu ingat lagi adalah bahwa kegantengan seorang cowok ada masanya. Nggak selamanya terus ganteng dan fisiknya kuat. Ia akan tua, sama seperti manusia lainnya. Tak ada yang abadi. Itu sebabnya, jangan jadi pemuja kegantengan doang. Ok?
Takwa adalah utama
Waktu saya masih ABG dulu (cie…serasa udah uzur nih jadinya hehehe) saya sudah punya standar ganteng tersendiri. Biar kata semua teman bilang si A ganteng, saya bertahan dengan pendapat saya bahwa si B lebih ganteng daripada si A. Itu karena sedari remaja saya tumbuh menjadi sosok yang punya prinsip.
Ganteng menurut saya adalah sosok cowok yang cerdas dan luas wawasannya. Biar kata kayak Justin Bieber, Hyun Bin (di serial Secret Garden) atawa Song Seung-Heon (yang melejit lewat Endless Love), tapi kalo diajak ngomong tulalit, dia jadi nggak ganteng blas di mata saya. Begitu sebaliknya, biar kata dia punya muka second, tapi kalo tuh cowok cerdas, luas wawasan, aktif organisasi, baik, suka menolong, prilaku sopan dan terpuji, maka cowok kayak gini yang jauh lebih oke dibandingkan yang pertama tadi. Seiring pemahaman Islam yang makin bagus, saya punya syarat mutlak bagi cowok untuk dibilang ganteng. Apakah itu? Yaitu nurut sama Allah dan RasulNya alias bertakwa.
Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” (QS al-Baqarah [2]: 221)
Udah deh, nurut sama petunjuk Allah ini dijamin bahagia dunia akhirat. Betapa banyak mereka yang mempunyai pendamping berwajah rupawan tapi keluarganya malah hancur berantakan. Inilah akibatnya apabila sebuah amal tidak dilandasi dengan ketakwaan tapi hanya berdasar hawa nafsu semata.
Nah, karena kamu-kamu sekarang masih sibuk sekolah nggak usah sok sibuk mikirin cowok ganteng. Belajar aja yang rajin karena jodoh sudah ada yang ngatur. Kalo untuk urusan ngefans, pilih sosok yang emang pantas untuk diidolakan. Di dalam Sunan Abu Dawud kitab al-Libas, diceritakan dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah saw. memperingatkan: “Mann tasyabbaha biqauminn fahuwa minhum.” “Barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti termasuk bagian mereka.”
Oya, menyerupai di sini artinya mengikuti berbagai hal dari kaum tersebut, termasuk dalam mengidolakannya. Males banget kan kalo ternyata kamu salah memilih idola terus idolamu itu masuk neraka dan kamu ikut nyebur ke dalamnya. Hiii..nggak keren jadinya!
Takwa adalah standar setiap muslim dan mukmin yang memang peduli terhadap urusan dirinya baik dunia dan akhiratnya. Nggak asal ikut-ikutan saja tanpa tahu kenapa ngefans sama si ini dan si itu. Karena sungguh, setiap amal baik itu perbuatan ataupun perkataan dan yang terbersit di dalam hati manusia, semua akan dimintai pertanggungjawaban nanti di hadapan Allah Ta’ala.
Energi masa mudamu lebih baik disalurkan untuk hal-hal yang jauh lebih berguna daripada ngefans sama sosok-sosok ganteng tapi nggak jelas kualitas otak, akhlak, apalagi imannya. Misalnya saja, kalo pun mau cari idola, cobalah ngefans sama pejuang di Palestina sana yang berusaha mengusir Israel penjajah. Ngefans dengan mereka yang getol beramar makruf nahi mungkar demi tegaknya Islam di muka bumi. Dan tentunya ngefans di atas semua itu ditujukan pada Rasulullah Muhammad saw. dan seluruh keluarga dan para sahabatnya. Dijamin surga semua tuh. Insya Allah. Nggak rugi pokoknya kalo kamu ngefans sama sosok yang tepat seperti itu. Itu sebabnya, ati-ati pilih idola dan orang yang dijadikan fans kita ya.
Jadi, mulai sekarang jatuhkan pilihanmu pada pilihan yang tepat bin benar ya. Lebih baik memilih ganteng tapi bertakwa daripada sudahlah tak ganteng tak bertakwa pula. Aduh…rugi kuadrat tuh. Intinya, faktor takwa harus menjadi prioritas dibandingkan kegantengan ketika kamu ngefans pada seseorang atau memilih pendamping hidup kelak. Muslimah smart, so pasti tak akan salah pilih. Pasti itu!

Perhitungan dalam Al-Qur'an

Assalamu'alaikum ..

.begitu hebat'y ayat-ayat Allah, ayat Allah turun sejak sekitar 14 abad yang lalu namun secara ilmiah ilmuan baru menemukannya sekarang ..

lalu apakah kalian masih akan mengingkari ayat Allah ..??Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-jin (72) ayat 28

artinya: " Supaya dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmunya meliputi apa yang ada pada mereka, dan dia menghitung segala sesuatu satu persatu "

dalam sumber yang saya dapatkan bahwa esensi dari ayat ini adalah bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu, tidak ada yang tertinggal. Semua kejadian, objek alam, penciptaan di bumi dan langit, dan struktur Al-Qur'an, tidak ada yang kebetulan. Semuanya di tetapkan dengan hitungan yang sangat teliti. sebenarnya bila diketahui, ( sebagian) ilmu tersebut meliputi risalah-risalah yang disampaikan dan ilmu yang ada pada para rasul. Dalam kehidupan modern sekarang pun, kita akan menjumpai " hitungan tersebut ", mmulai daro yang sederhana sampai yang paling rumit.

dapat kita liat pada Oksigen (02) memberikan kehidupan kepada semua makhluk dibumi melalui sistem pernafasan; sangat vital. Tetapi bila kelebihan hitungan 1 atom, ia akan menjadi Ozon (03); yang bila di hirup manusia boleh jadi menyebabkan bencana. Tetapi bila ditempatkan di atas atmosfer bumi, maka ia sangat berguna untuk menyerap sebagian sinar-sinar ultraviolet yang berbahaya (radiasinya) bagi makhluk di bumi. Demikian juga karbon adalah element kimia yang sangat penting bagi semua makhluk hidup, karena semua organisme dibangun dari senyawa karbon. Tetapi bila ia bersenyawa dengan Oksigen yang sama" berguna. Senyawa baru tadi menjadi gas yang berbahaya bagi manusia yaitu (CO2)

Lebih lanjut untuk memahami " hitungan yang terstrukutur " atau al-adad

Hitungan yang sangat teliti atau lebih rumit kita dapatkan pada hormon manusia. Misalnya, C18H24O2 adalah hormon estrogen yang bertanggung jawab atas sifat-sifat kewanitaan. Berlebih hitungan satu atom karbon saja, is menjadi C19H28O2 Hormon Testosteron. yang bertanggung jawab atas sifat-sifat pria.

Hitungan yang terstruktur juga ditemukan juga pada DNA, sangat rumit menenangkan :
Terdapat 3 miliar kode kimia dalam DNA yang harus dipecahkan oleh ilmuan :
setiap sel manusia merupakan sebuah ensiklopedia yang memuat informasi sejuta halaman. Setiap individu akan berbeda informasinya terdiri dari sekitar 100 triliun sel. artinya terdapat 100 triliun perpustakaan yang sama. sebuah gambaran yang sulit dipercaya:100 tiliun X 1000 buku ilmu pengetahuan. Isinya lebih banyak dari butir pasir di dunia. Sistem hitungan ini sangat kompleks. Semua makhluk hidup diplanet ini telah diciptakan menurut papran kode yang ditulis dalam bahasa yang sama.

lalu, Al-Qur'an menjelaskan bahwa untuk menambah keimanan para pembaca kitab ( Yahudi, Kristen, Islam, dan lainnya ), maka ia memberikan kita " enkripsi " atau " Kode " bilangan 19. Dalam bahasa Al-Qur'an disebut " suatu perumpamaan yang sangat aneh ", atau matsal.  Berguna untuk menambah keimanan dan keyakinan bagi para pembaca (Al-Qur'an) yang serius, berpikir terbuka, dan beriman, tetapi menambah kebingungan bagi orang-orang yang berprasangka, tertutup, dan "menentang" kitab (Al-Qur'an).
Keterangan tersebut dimulai ketika kita membaca surat Al-Muddatstsir (74) : 29-31 :" Neraka (saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (19) penjaga dan tiada kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah kami jadikan bilangan mereka itu untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi al-kitab menjadi yakin, dan supaya orang-orang yang berimann bertambah imannya, dan supaya orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): " Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan ?" '"

Asbabunnuzul ayat
kisah ini awalnya dimulai ketika menurut At-Turmudzi yang meriwayatkan dari sahabat Nabi SAW, jabir bi Abdillah
" Yahudi bertanya kepada sekelompok sahabat Nabi SAW, " Apakah Nabi anda mengetahui jumlah penjaga neraka? "
Maka turunlah ayat ini kepada Nabi SAW, karena ditanyakan oleh para sahabat. Riwayat lain menyimpulkan, ketika turun ayat 30 dalam surat ini, Abu Jahal berkata " kalian adalah orang-orang kuat dan pemberani, apakah kalian tidak mampu mengalahkan ke-19 penjaga neraka itu ? Salah seorang diantara mereka yang bernama Abu Al-Ayad ibn Kaidah Al-Jumahiy berkata dengan angkuhnya, " dengan tangan kananku kukalahkan sepuluh dan dengan tangan kiriku sembilan ".

masih banyak sumber lagi penjelasan tentang perhitungan yang tidak menyimpang sedikit ..karena keterbatasan kemampuan yang saya miliki, cukup sampai disini ea  ..semoga dapat memperkuat keimanan kita semua ..amin ya rabbal alamin ...wallahu Alam ..wassalamu'alaikum ..

cerita sekaligus nasehat,

Sore itu berkumpullah tiga orang anak menghadapi bapak mereka yang sedang menunggu ajalnya, ketiga anak itu, Harben, Anis dan Amshol. Dari ketiga anak itu hanya Harben dan Anis yang paling disayang dan dibanggakan oleh bapak mereka. Namun sebelum ajal menjemput bertanya Bapak kepada anak-anaknya tersebut.

“Anak-anakku bapak mau bertanya, kalau memang Allah menjemput bapak hari ini apa yang akan kalian lakukan?”
Satu-persatu anak-anaknya menjawab, dimulai dari Harben kemudian Anis selanjutnya Amshol.

“Ya kalo Bapak mati, saya sih cuma bisa bilang satu kata aja Pak” jawab Harben, anak yang paling disayangnya. Dia sangat berharap anaknya itu bisa meneruskan apa yang sudah dia rintis dan dapat membantunya kelak.
“Apa itu Harben?”
“Good bye…”

Bapaknya itu sedih luar biasa, ternyata anak yang sangat disayang, balasannya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Siang malam dia memikirkan Harben, bahkan sampai tidak tidur saat menjaga anak yang sangat disayangnya tersebut, tapi ternyata hanya begitu balasan kasih sayang yang pernah dia berikan.

Dengan perasaan yang masih sedih, denga sedikit berharap dia bertanya ke Anis, anaknya yang sangat dia bangga-banggakan. Anaknya ini, dia sangat banggakan karena setiap pertemuan dan rapat-rapat dengan teman-temannya tidak lupa di selalu menyebut dan membanggakan Anis.

“Kalo nanti Bapak meninggal, ya saya akan antar Bapak ke kuburan” Jawab Anis.
“Sudah itu?” Muka Bapak itu sedikit cerah mendengar jawaban anaknya itu.
“Ya udah itu pulang lah, masak saya menunggu Bapak di kuburan. Nggak lah yaaa…”

Hancur, hancur berkeping-keping hati bapak itu. Kedua anak yang sangat disayang dan dibangga-banggakan tidak bisa menyayangi dan membuatnya bangga menjelang ajalnya saat ini. Rasanya apa yang telah dia lakukan, menyayangi dan membanggakan kedua anaknya itu sia-sia saja. Dengan sedikit menunduk malu dia bertanya kepada Amshol, anak yang sejak dulu selalu dia lupakan.
“Kalau bapak meninggal nanti, saya akan mengantar bapak ke kubur dan akan menemani Bapak sampai Bapak nanti bertemu Allah di akhirat” Jawab Amshol.

Meleleh air mata Bapak tersebut, menangis terharu. Ternyata anak yang selama ini dia lupakan begitu sangat menyayanginya. Dia peluk Amshol, anaknya itu. Dengan tenang dia menghembuskan nafas dengan tersenyum menanti perjumpaannya dengan Allah.
* * *
Teman, cerita di atas sebenarnya adalah perumpamaan saja. Ketiga anak tersebut adalah juga kepunyaan kita juga, saat ini.

Harben; Harta Benda, adalah kepunyaan kita yang selalu kita sayangi. Siang malam kita cari, tapi begitu ajal menjemput dia hanya akan mengucapkan “selamat tinggal” buat kita. Tidak mungkin kita membawa rumah dan mobil kita ke liang lahat. Uang yang kita kumpulkan tidak bisa menyogok malaikat yang akan bertanya soal apa yang sudah kita perbuat di dunia.

Anis; Anak dan Istri, seberapapun sayang kita kepada mereka tidak ada seorangpun yang mau ikut kita di kuburan. Mereka akan mengantar kita ke kubur, tapi setelah jasad kita ditanam, merekapun kembali pulang.

Hanya Amshol; Amal Sholeh yang akan menemani kita di alam kubur, memberi penerang buat kubur kita sampai nanti kita bertemu Allah di masa akhirat nan kekal.

Wallahu’alam
by: EMBUN HATI

,, BUKAN SEBUAH SINDIRAN,, HANYA SEBAGAI CERMINAN,,

Afwan nih , ini copas dari website seseorang cuma mau share aja buat yang nggak sempet baca di webnya langsung , menarik untuk dibaca dan menjadi bahan introspeksi diri :D
  :) ^_^Jilbabnya lebar dan tertutup rapi. Senyumnya manis merangsang hati. Kalau jalan hanya bumi yang diliati Kenapa? Uangnya jatuh ya ukhti? Eh, emang dasar gak ngerti! Mereka gitu karena jaga hati!
Ukhti oh ukhti. Penginnya selalu berbuat lebih. Kadang rapat gak kenal hari. Pulang malampun tak peduli. Emang dasar si ukhti. Gak mau kalah buat organisasi
Hebat ukhti!! Ukhti cantik ukhti soleha. Buat khalwat udah gak selera. Tapi jangan pelihara sinetron di otak ya! Nanti susah ngitung matematika. Dapet rendah baru kerasa! Jangan suka ngayal makanya!
Ukhti oh ukhti Betapa banyak yang menyakiti. Apalagi dari kalangan lelaki. Banyak yang janji mengkhitbahi. Eh, tamat kuliah gak datang-datang lagi! Jodohmu udah ada yang ngatur ukhti. Jangan takut gak kebagian ikhwan sejati
Ukh, gaya bicaramu begitu indah. Sungguh lembut dan terarah. Buat dakwah gak kenal lelah. Tapi ingat, tetap harus jaga izzah!
Ukh, anti memang wanita berkelas. Walau kadang, ruang gerak agak terbatas. Tak boleh out bond yang berat nan keras. Biar malaria gak kambuh dan bikin lemas
Mau flying fox gak bebas. Ketawa ngakak dibilang gak waras. Mempertahankan argument dikatain ngeras. Eh, dibilang gendut malah cemas! Sabar ukh, ikhlas… ikhlas…
 Ukhti saudara seiman. Beli pulsa buat internetan. Kadang kala pake hot spot gratisan. Gabung di FB dan FS buat nambah teman. Dakwah dijadikan alasan. Kok foto anti dipajangkan. Gak takut ada yang jelalatan?
Ukhti.. ukhti.. tak usah cari perhatian! Apalagi dengan cara kek gituan! Ahk, malu-maluin teman!
Wahai akhwat sejati. Wanita kepunyaan Sang Pemilik Hati. Mari kita belajar untuk jadi lebih baik lagi. Kita kejar Jannah yang hakiki. Jangan mau berbelok ke dunia fana ini. Mari belajar istiqomah dengan tuntunan Ilahi!

Ikhwan Oh Ikhwan. Gayamu begitu mentereng, wan. Jenggot tipis berlambaian. Kalau pergi jalan-jalan. Sandal jepit kesayangan selalu digunakan. Tak terpikat dengan jins lubang biawakan. Apalagi levis bolong tambalan. Keren loh wan, celana gantung kebanjiran!
Ikhwan oh ikhwan. Lagakmu keren wan! Tak mau pake acara pacaran. Tapi kok dekat dengan para cewe wan? Kenapa wan? Alasan minta traktiran?
 Tiap hari komat kamit, ngapain wan? Ngapalin lagu barat atau Al-Quran? Oh.. persiapan buat setor hapalan
 Ikhwan… ikhwan…Tiap hari liat betis putih gentayangan. Gak takut hapalan jadi pada ilang, wan!
 Wuih keren wan! Waktu KM gabungan hijabnya tinggi banget, wan. Alasannya agar gak saling curi pandangan. Duwh, biar bisa jaga hati ya wan? Loh, tapi kok pulang KM boncengan? Wah, dengan cewe lagi wan! Mau jalan-jalan kemana wan?
 Ikhwan oh ikhwan. Bener-bener lelaki idaman. Gak takut panas turun aksi ke jalanan. Mulut koar-koar dibarisan terdepan. Aih, ternyata cuma buat cari perhatian!
Perkasa banget ente wan! Tiap hari kerja buat cari dana tambahan. Gak lupa ditabung dalam celengan. Buat lanjut kuliah or persiapan walimahan? Kok senin ma kamis pada gak puasa, wan? Ckckck… ikhwan..ikhwan..Kerja buat ampe gak kuat puasa ya wan?
Ikhwan oh ikhwan. Alangkah solehnya ente wan. Tiap malam bangunin akhwat buat tahajudtan. Kalau gak perantara SMS, ya telponan. Tapi kok teman halaqo gak dibangunin juga wan! Ahk, tak fair ente wan!
Ikhwan oh ikhwan. Jangan marah dong wan. Puisi ini untuk mereka yang melemah kok wan. Kalau ente tersinggung berarti ngerasa, wan. Coretan nakal ini bukan sindiran. Cuma buat cerminan

KEAJAIBAN SEDEKAH VERSI YUSUF MANSYUR

Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Wuh, inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.

Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah, lantaran memang kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari Kasih Sayangnya Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah, maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang sejatinya kita buat sendiri. Hidup kita pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya, menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-Nya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain. kepada yang mau peduli dan berbagi.

Kita memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.

Insya Allah, hari demi hari, saya akan menulis tentang sedekah, dan segala apa yang terkait dengan sedekah. Di website ini. Saudara yang melihat, Saudara yang membaca, Saudara yang bisa memetik hikmahnya, saya mempersilahkan membagi kepada sebanyak-banyaknya keluarga, kawan dan sahabat Saudara.

Barangkali ada kebaikan bersama yang bisa diambil. Di website ini pula, Saudara akan bisa mengambil petikan hadits hari per hari dan ayat hari per hari, yang berkaitan dengan sedekah dan amaliyah terkait, dengan pembahasan singkatnya.

Di pembahasan-pembahasan tentang sedekah, saya akan banyak mendorong diri saya dan saudara, untuk melakukan sedekah, dengan mengemukakan fadilah-fadilah/keutamaannya. Insya Allah pembahasan akan sampai kepada Ihsan, Mahabbah, Ikhlas dan Ridha Allah. Apa yang tertulis, adalah untuk memotivasi supaya tumbuh keringanan dalam berbagi, kemauan dalam bersedekah. Sebab biar bagaimanapun, manusia adalah pedagang. Ia perlu dimotivasi untuk melakukan sebuah amal. Kepada Allah juga semuanya berpulang.

Akhirnya, mintalah doa kepada Allah, agar Allah terus menerus membukakan pintu ilmu, hikmah, taufiq dan hidayah-Nya hingga sampai kepada derajat "mukhlishiina lahuddien", derajat orang-orang yang mengikhlaskan diri kepada Allah.


Matematika Dasar Sedekah

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Pertambahan ya? Bukan pengurangan?
Kenapa matematikanya begitu?
Matematika pengurangan darimana?
Koq ketika dikurangi, hasilnya malah lebih besar?

Kenapa bukan 10-1 = 9?

Inilah kiranya matematika sedekah. Dimana ketika kita memberi dari apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, matematika sederhana yang diambil dari QS. 6: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik.

Jadi, ketika kita punya 10, lalu kita sedekahkan 1 di antara yang sepuluh itu, maka hasil akhirnya, bukan 9. Melainkan 19. Sebab yang satu yang kita keluarkan, dikembalikan Allah sepuluh kali lipat.

Hasil akhir, atau jumlah akhir, bagi mereka yang mau bersedekah, tentu akan lebih banyak lagi, tergantung Kehendak Allah. Sebab Allah juga menjanjikan balasan berkali-kali lipat lebih dari sekedar sepuluh kali lipat. Dalam QS. 2: 261, Allah menjanjikan 700x lipat.

Tinggallah kita yang kemudian membuka mata, bahwa pengembalian Allah itu bentuknya apa? Bukalah mata hati, dan kembangkan ke-husnudzdzanan, atau positif thinking ke Allah. Bahwa Allah pasti membalas dengan balasan yang pas buat kita.


Memberi Lebih Banyak, Menuai Lebih Banyak

Kita sudah belajar matematika dasar sedekah, dimana setiap kita bersedekah Allah menjanjikan minimal pengembalian sepuluh kali lipat (walaupun ada di ayat lain yg Allah menyatakan akan membayar 2x lipat). Atas dasar ini pula, kita coba bermain-main dengan matematika sedekah yang mengagumkan. Bahwa semakin banyak kita bersedekah, ternyata betul Allah akan semakin banyak juga memberikan gantinya, memberikan pengambalian dari-Nya.

Coba lihat ilustrasi matematika berikut ini:

Pada pembahasan yang lalu, kita belajar:

10 - 1 = 19

Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:

10 - 2= 28
10 - 3= 37
10 - 4= 46
10 - 5= 55
10 - 6= 64
10 - 7= 73
10 - 8= 82
10 - 9= 91
10 - 10= 100

Menarik bukan? Lihat hasil akhirnya? Semakin banyak dan semakin banyak. Sekali lagi, semakin banyak bersedekah, semakin banyak penggantian dari Allah.

Mudah-mudahan Allah senantiasa memudahkan kita untuk bersedekah, meringankan langkah untuk bersedekah, dan membuat balasan Allah tidak terhalang sebab dosa dan kesalahan kita.

Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Wuh, inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.

Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah, lantaran memang kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari Kasih Sayangnya Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah, maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang sejatinya kita buat sendiri. Hidup kita pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya, menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-Nya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain. kepada yang mau peduli dan berbagi.

Kita memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.

Insya Allah, hari demi hari, saya akan menulis tentang sedekah, dan segala apa yang terkait dengan sedekah. Di website ini. Saudara yang melihat, Saudara yang membaca, Saudara yang bisa memetik hikmahnya, saya mempersilahkan membagi kepada sebanyak-banyaknya keluarga, kawan dan sahabat Saudara.

Barangkali ada kebaikan bersama yang bisa diambil. Di website ini pula, Saudara akan bisa mengambil petikan hadits hari per hari dan ayat hari per hari, yang berkaitan dengan sedekah dan amaliyah terkait, dengan pembahasan singkatnya.

Di pembahasan-pembahasan tentang sedekah, saya akan banyak mendorong diri saya dan saudara, untuk melakukan sedekah, dengan mengemukakan fadilah-fadilah/keutamaannya. Insya Allah pembahasan akan sampai kepada Ihsan, Mahabbah, Ikhlas dan Ridha Allah. Apa yang tertulis, adalah untuk memotivasi supaya tumbuh keringanan dalam berbagi, kemauan dalam bersedekah. Sebab biar bagaimanapun, manusia adalah pedagang. Ia perlu dimotivasi untuk melakukan sebuah amal.

Kepada Allah juga semuanya berpulang.
Akhirnya, mintalah doa kepada Allah, agar Allah terus menerus membukakan pintu ilmu, hikmah, taufiq dan hidayah-Nya hingga sampai kepada derajat "mukhlishiina lahuddien", derajat orang-orang yang mengikhlaskan diri kepada Allah.


2.5 % Tidaklah Cukup

Saudaraku, barangkali sekarang ini zamannya minimalis. Sehingga ke sedekah juga hitung-hitungannya jadi minimalis. Angka yang biasa diangkat, 2,5%. Kita akan coba ilustrasikan, dengan perkalian sepuluh kali lipat, bahwa sedekah minimalis itu tidak punya pengaruh yang signifikan.

Contoh berikut ini, adalah contoh seorang karyawan yang punya gaji 1jt. Dia punya pengeluaran rutin sebesar 2jt. Kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1jt itu. Maka kita dapat perhitungannya sebagai berikut:

Sedekah: Sebesar 2,5%

2,5% dari 1.000.000 = 25.000
Maka, tercatat di atas kertas:
1.000.000 – 25.000 = 975.000

Tapi kita belajar, bahwa 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar:

975.000 + 250.000 = 1.225.000

Lihat, "hasil akhir" dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1jt, "hanya" jadi Rp. 1.225.000,-. Masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar Rp. 2jt. Boleh dibilang secara bercanda, bahwa jika dia sedekahnya "hanya" 2,5%, dia masih akan keringetan untuk mencari sisa 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.

Coba Jajal Sedekah 10 %

Saudara sudah belajar, bahwa sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Ketika diterapkan dalam kasus seorang karyawan yang memiliki gaji 1jt dan pengeluarannya 2jt, maka dia hanya mendapatkan pertambahan 250rb, yang merupakan perkalian sedekah 2,5% dari 1jt, dikalikan sepuluh.

Sehingga "skor" akhir, pendapatan dia hanya berubah menjadi Rp. 1.225.000. Masih cukup jauh dari kebutuhan dia yang 2jt.
Sekarang kita coba terapkan ilustrasi berbeda. Ilustrasi sedekah 10%.

Sedekah: Sebesar 10%

10% dari 1.000.000 = 100.000
Maka, tercatat di atas kertas:
1.000.000 – 100.000 = 900.000

Kita lihat, memang kurangnya semakin banyak, dibandingkan dengan kita bersedekah 2,5%. Tapi kita belajar, bahwa 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar:
900.000 + 1.000.000 = 1.900.000

Dengan perhitungan ini, dia "berhasil" mengubah penghasilannya, menjadi mendekati angka pengeluaran yang 2jt nya. Dia cukup butuh 100rb tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkan.


2.5 % Itu Cukup, Kalau ...

Setiap perbuatan, pasti ada balasannya. Dan satu hal yang saya kagumi dari matematika Allah, bahwa Spiritual Values, ternyatab selalu punya keterkaitan dengan Economic Values. Kita akan bahas pelan-pelan sisi ini, sampe kepada pemahaman yang mengagumkan tentang kebenaran janji Allah tentang perbuatan baik dan perbuatan buruk.

Kita sedang membicarakan bahwa sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Mestinya, begitu saya ajukan dalam tulisan terdahulu, sedekah kita, haruslah minimal 10%. Dengan bersedekah 10%, insya Allah kebutuhan-kebutuhan kita, yang memang kita hidup di dunia pasti punya kebutuhan, akan tercukupi.

Dari ilustrasi di dua tulisan terdahulu, saya memaparkan bahwa ketika seorang karyawan bersedekah 2,5% dari gajinya yang 1jt, maka "pertambahannya" menjadi Rp. 1.225.000. Yakni didapat dari Rp. 975.000, sebagai uang tercatat setelah dipotong sedekah, ditambah dengan pengembalian sepuluh kali lipat dari Allah dari 2,5% nya. Bila sedekah 2,5% ini yang dia tempuh, sedangkan dia punya pengeluaran 2jt, maka kekurangannya teramat jauh. Dia masih butuh Rp. 775.000,-. Maka kemudian saya mengajukan agar kita bersedekah jangan 2,5%, tapi lebihkan. Misalnya 10%.

Saudaraku, ada pernyataan menarik dari guru-guru sedekah, bahwa katanya, sedekah kita yang 2,5% itu sebenarnya tetap akan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita, di dunia ini, maupun kebutuhan yang lebih hebat lagi di akhirat, kalau kita bagus dalam amaliyah lain selain sedekah. Misalnya, bagus dalam mengerjakan shalat. Shalat dilakukan selalu berjamaah. Shalat dilakukan dengan menambah sunnah-sunnahnya; qabliyah ba'diyah, hajat, dhuha, tahajjud. Bagus juga dalam hubungan dengan orang tua, dengan keluarga, dengan tetangga, dengan kawan sekerja, kawan usaha. Terus, kita punya maksiat sedikit, keburukan sedikit. Bila ini yang terjadi, maka insya Allah, cukuplah kita akan segala hajat kita. Allah akan menambah poin demi poin dari apa yang kita lakukan.

Hanya sayangnya, kita-kita ini justru orang yang sedikit beramal, dan banyak maksiatnya. Jadilah kita orang-orang yang merugi. Skor akhir yang sebenernya sudah bertambah, dengan sedekah 2,5% itu, malah harus melorot, harus tekor, sebab kita tidak menjaga diri. Perbuatan buruk kita, memakan perbuatan baik kita.
Tambahi terus amaliyah kita, dan kurangi terus maksiat kita.

Sahabat Yang Berarti

Bismillah….
Ini adalah kisah seorang Sahabat. Dia adalah seorang pelajar, dan ia mungkin hidup dengan kemewahan, dan apapun selalu diberikan, tetapi kita akan lihat sisi lain dari kemewahan Sahabat kita ini.
Sekolah di salah satu SMA Favorit membuatnya memiliki teman-teman dari kelas atas. Tetapi, ia merasa tidak benar-benar memiliki teman. Ia selalu berangkat dengan supir dan kembali dengan supir, tanpa teman. Temannya hanya ada ketika ia senang dan tidak pernah ada ketika ia kesusahan.
Bahkan, menurutnya sahabat sejati itu tidak ada, ia hanya menganggap semua orang teman biasa. Ia pun memiliki pacar, tetapi selalu tidak pernah setia, setiap mendapat uang, ia senang, setiap tidak ada uang, pacarnya marah.
Orang tuanya pun tidak pernah menganggap anaknya, ia hanya sekedar sayang tanpa pernah merasakan apa artinya keluarga. Tetapi suatu ketika, ia diantar pulang sang supir, tiba-tiba tanpa sengaja ia menabrak seseorang. Supir itu menolong langsung menolong orang tersebut, tetapi Sahabat kita ini hanya diam di dalam mobil.
“Den, aden pindah saja ke depan, orang ini pingsan den”
“Ngapain sih dibawa”
“Tapi gak ada orang di sini, ntar ketangkep polisi.”
“Iya iya… gue pindah”
Selama perjalanan, Sahabat kita ini hanya merenung, tetapi ia terkaget ketika mobil memasuki Rumah Sakit.
“Mang, kenapa dibawa kesini”
“Iya kasihan atuh den, aden mau nunggu apa pulang naik taksi?”
“nunggu deh, ntar gue dimarahin gak pulang ama lu”
Setelah diperiksa, ternyata orang ini hanya syok. Sahabat kita ini pun melihat ke dalam ruang dan melihat orang tersebut. Sedangkan Supirnya membayar biaya perawatannya.
Tetapi, ia kaget melihat orang tersebut turun dari ranjang.
“Eh, mau kemana, kan belum sembuh”
“Saya harus ke masjid, anak-anak pada nunggu saya ngajar mengaji”
“Tapi kamu masih sakit”
“Taka pa”
“Jangan”
Akhirnya, sang supir masuk dan menyuruh agar orang itu tidur kembali. Dan sang supir kemudian ijin pergi ke masjid untuk membatalkan kegiatan mengaji itu.
Sahabat kita ini hanya diam menunggu orang di dalam ruangan itu. Lalu, orang itu pun bertanya pada sahabat kita ini.
“Nama anda siapa ya? baik sekali mau menunggu saya”
“Gak apa-apa, ntar saya yang bayar saja, ngomong-ngomong Anda ini ustad?”
“Bukan, Saya hanya mengajar ngaji di masjid sana”
“Ow, begitu ya” balas Sahabat ini dengan wajah murung.
“Kenapa?”
“Gak pa-pa, saya cuma sadar saja, saya ini gak tahu agama saya, bingung, KTP saya Islam, tetapi orang tua saya masukkin saya ke sekolah Khatolik, katanya biar disiplin, tetapi yang saya tahu cuma kitab-kitab yang bukan agama saya, sampai sekarang pun saya gak pernah punya temen gara-gara suka menyendiri, tetapi saya mau pindah pun takut ama orang tua.” Sahabat menjelaskan dan dilihat oleh pak supir dari pintu ruang rawat.
“Ow, pernah sholat atau ngaji?”
Sahabat kita hanya diam dan menggelengkan kepalanya.
“Yah, bukan salah siapapun kalau kita nggak bisa ngaji, sholat atau ibadah lain, tetapi sebagai umat Islam kita harus bisa itu. Saya bisa ngajarin kok kalo kamu mau”
“Tetapi, saya udah kelanjur dewasa, pikiran saya pun udah berbeda dari anak-anak.”
“Tapi ga ada salahnyakan kalo kita coba dulu”
“hmmm, okelah ga ada salahnya juga”
Setahun berselang…
Sahabat kita ini berjalan-jalan di pinggir sungai bersama sang ustad yang merupakan orang yang ditabraknya itu dan mereka menuju ke pondok sembahyang di pinggir sungai itu.
Sahabat kita ini telah bisa menjadi imam bagi sang ustad, dan beberapa pemuda. Selesai sholat berjamaah Ashar itu, sang pemuda pun melihat Sahabat kita ini.
“Eh, kita kan dulu sekelas waktu kelas 2, ingat gak?
“Eh, elu, masih inget lah, masak lupa ama temen sendiri”
“Sekarang tampilan lu alim banget, top dah, sekarang lu pindah kemana, gak kelihatan lagi di Sekolah”
“Gue pindah ke SMA Islam, Kenalin ini, orang yang membuka mata gue tentang Islam”
“Wuih, bertemennya ama Pak ustad”
Setelah itu, ia menjadi terbuka kepada setiap orang, memiliki banyak sahabat, bukan lagi teman biasa dan kedua orang tuanya pun juga ikut sadar. Dan ternyata, Islam itu membuka mata tentang indahnya persahabatan dan harmoni bagi sang Sahabat kita ini.
Yah, setiap orang pasti menemukan jalan sendiri menuju indahnya persahabatan dan harmoni kehidupan.
Diambil dari blog duaribuan.
Sahabat itu bukan sekedar teman yang menemani kita. Akan tetapi rela berkorban serta bermanfaat bagi kita dan orang lain…